Komoh dan Lawar – Kuliner Indonesia Yang Kaya Rempah dan Khasiat Untuk Kesehatan

Keaneka-ragaman alam hayati serta kekayaan rempah-rempah kita telah terkenal sejak zaman dahulu kala. Tak heran jika ini menjadi magnet bagi para penjelajah dari dunia barat ingin menguasai hasil bumi kita yang begitu melimpah-ruah.

Bagi sebagian besar masyarakat Bali pada umumnya dan sebagian masyarakat Lombok Barat dan Utara, kedua nama makanan ini sudah tidak asing lagi. Pada setiap acara adat yang digelar, makanan ini selalu melengkapi dulang (satu set hidangan lengkap yang tersaji dalam nampan) yang dinikmati dalam nuansa kebersamaan dalam prosesi makan bersama yang disebut “begibung”.

Meski sepintas terlihat sangat sederhana, namun proses pembuatan nya cukup rumit dan butuh seorang Chef Tradisional yg disebut Ran yang umumnya dikerjakan oleh kaum laki laki semua. Disetiap acara atau upacara adat di Bali dan sebagian kecil masyarakat suku sasak yang ada di Lombok Barat dan Lombok Utara, urusan masak-memasak umumnya didominasi oleh kaum pria. Sementara kaum wanita biasanya bertugas menyiapkan dan mengatur semua hidangan yang siap saji ke dalam dulang atau nampan.

Komoh

Komoh adalah makanan berkuah atau sup yang terdiri dari potongan sayur dari daun belimbing atau daun ketela / singkong yang dicampur dengan daging ayam atau sapi yang dicincang halus. Komoh ini disajikan sebelum hidangan utama. Umumnya saat sebelum makan siang dan sebaiknya dikonsumsi sembari masih panas.

Lawar atau Ebatan

Lawar atau Ebatan (dalam bahasa Sasak Lombok) adalah campuran berbagai macam sayur dengan daging cincang yang dicampur dengan parutan kelapa dengan bumbu yg dicincang. Sama halnya dengan Komoh, semua bahan serta bumbu dicincang yang dapat memberi sensasi rasa unik dan segar. Konon tanpa kehadiran Lawar atau Ebatan ini, acara adat serasa kurang lengkap. Bak pelengkap menu utama, kehadiran Lawar atau Ebatan ini ibarat nya seperti salad yang berguna untuk mengimbangi dominasi rasa makanan berkuah yang berkuah santan atau kari (curry).

Bahan Utama

Bahan bahan utama yang digunakan hampir semua bahan alam yang ada disekitar kita seperti; daun belimbing atau bisa diganti dengan daun ketela, buah pepaya muda, kelapa, kecambah, ayam atau daging cincang, serta irisan kikil atau kulit sapi atau tulang muda untuk memberi sensasi rasa renyah.

Bumbu & Rempah

Bumbu-bumbu yang dipakai haruslah rempah lengkap atau disebut Ragi Genep dalam bahasa Sasak Lombok atau Base Gede dalam bahasa Bali. Rempah lengkap yang dimaksud adalah: Lengkuas, Jahe, Kencur, Kunyit, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe Rawit, Garam, Terasi, Minyak Kelapa, Daun Limau, Penyedap Rasa dan Gula Merah.

Semua bumbu dicincang hingga halus diatas tatakan kayu. Bahan utama seperti daun belimbing bintang atau daun ketela serta buah pepaya muda serta daging yang telah dicincang dimasak hingga matang. Kuah atau kaldu daging atau ayam yg dicincang itulah yang nantinya dipakai untuk membuat Komoh, lalu sebagian bahan nya disisihkan untuk isian campuran Lawar atau Ebatan. Setelah semua siap, sehelai daun pisang menjadi alas piring sebagai salad atau pelengkap acara begibung atau makan bersama, dimana satu dulang dikelilingi oleh 3-4 orang.

Kedua jenis makanan olahan tersebut diatas umumnya hanya dapat dinikmati pada saat acara acara adat tertentu saja, sebab pengerjaan nya membutuhkan keikutsertaan banyak orang dan dengan peralatan manual tradisional. Namun seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat, kini beberapa tempat makan khusus atau tradisional, makanan ini dapat dijumpai setiap saat. Indonesia memang kaya akan keaneka-ragaman kuliner Nusantara nya.